Harta Hanya lah Titipan
Semua manusia datang telanjang. Sebagaimana dahulu lahir tanpa membawa apapun. Demikian pula saat menghadap Allah Karena harta yang pernah Diperebutkan, Saudara bisa bermusuhan, Anak bisa melawan orang tua, Persahabatan bisa hancur & Rumah tangga bisa runtuh. Bahkan ada yang menghalalkan segala cara seperti Korupsi, Penipuan, Riba, Mengurangi timbangan & Memakan hak orang lain. Semua demi satu tujuan, Asal hartaku bertambah. Namun pada Hari Kiamat nanti, manusia baru menyadari bahwa harta hanyalah titipan. Bukan milik abadi. Allah berfirman: "Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'ara: 88–89) Bayangkan seseorang yang dahulu memiliki segalanya. Rumah megah, Bisnis besar, Rekening tak terbatas. Namun ketika berdiri di hadapan Allah, ia melihat timbangan amalnya kosong. Saat itu ia ingin menebus dirinya. Ia rela menyerahkan seluruh kekayaannya. Tetapi sudah terlambat. T...